Secara umum, perilaku merendahkan orang lain memang sering kali bukan karena pelakunya merasa benar-benar lebih baik atau lebih unggul, melainkan sebagai mekanisme penutup (defense mechanism) terhadap rasa minder, rendah diri, atau ketidakamanan pribadi. Orang yang merasa tidak cukup percaya diri atau memiliki harga diri yang rendah cenderung merendahkan orang lain untuk membuat dirinya merasa lebih berkuasa, lebih penting, atau setidaknya untuk mengalihkan perhatian dari kekurangan dirinya sendiri.
Penjelasan Psikologis
Belittling atau merendahkan orang lain sering kali merupakan bentuk agresi psikologis yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri pelaku yang rapuh. Ini adalah cara untuk menciptakan ilusi superioritas sementara, yang sesungguhnya merupakan kompensasi atas rasa tidak aman dan ketidakberdayaan dalam dirinya.
Perilaku ini dapat dipicu oleh rendahnya self-esteem (harga diri) dan rasa tidak aman (insecurity). Orang yang minder seringkali menggunakan cara ini untuk menutupi atau mengalihkan perhatian dari sisi kekurangan mereka dengan merendahkan orang lain.
Dikatakan pula, aspek lain yang menguatkan mekanisme ini adalah kebutuhan akan kontrol dan dominasi sosial, dimana pelaku merasa perlu untuk mempertahankan posisi superior dengan cara menurunkan orang lain.
Beberapa teori psikologi mendukung bahwa perilaku tersebut bisa juga berasal dari pola belajar (learned behavior), yaitu bila seseorang tumbuh dalam lingkungan dengan perilaku merendahkan yang terus-menerus, maka ia cenderung meniru dan menginternalisasi perilaku tersebut.
Referensi akademik juga menunjukkan bahwa fenomena ini berhubungan erat dengan komponen psikologis seperti kompleks rendah diri, kecemburuan sosial, dan gangguan harga diri.
Referensi Akademik
Aleksandar Žunjić, “Belittlement as a Psychological Phenomenon and Form of Behavior – Causes, Risks and Fatal Consequences,” International Journal of Behavioral Research & Psychology, 2023. Menjelaskan klasifikasi penyebab berperilaku merendahkan orang lain, termasuk rasa rendah diri dan kecemburuan sebagai faktor utama.
Artikel dari Psychology Today menjelaskan fenomena belittling sebagai mekanisme untuk menaikkan harga diri sendiri dengan cara menurunkan orang lain, khususnya pada hubungan interpersonal.
Penjelasan dalam neurolaunch.com tentang belittling sebagai mekanisme pertahanan psikologis untuk mengatasi rasa tidak aman, membutuhkan kekuasaan, dan kontrol dalam interaksi sosial.
Kajian pada PMC (PubMed Central) yang membahas attachment insecurity dan dampaknya pada interaksi sosial dan pengelolaan harga diri.
Cowan, N. (2019). “Foundations of Arrogance” yang menyebutkan bahwa orang kadang merendahkan orang lain untuk menutupi konsep diri yang buruk dan untuk mempertahankan harga diri.
Dengan demikian, hipotesis bahwa seseorang yang suka merendahkan orang lain biasanya memang sedang menutupi rasa minder atau rendah dirinya memiliki dasar psikologis yang kuat dan didukung oleh literatur akademik


